InternisEdukasi penyakit dalam nefrologi.com

Tropik-Infeksi

Demam Berdarah: Tanda Bahaya dan Kapan ke IGD

Ilustrasi nyamuk Aedes di atas termometer dan tempayan air tertutup

"Demamnya sudah turun di hari keempat. Berarti sudah sembuh, kan?" Pada demam berdarah dengue, justru saat demam mulai turun itulah masa yang paling perlu diwaspadai. Banyak kasus berat terjadi karena tanda bahaya pada fase ini terlewat.

Artikel ini menjelaskan perjalanan penyakit demam berdarah, tanda bahaya yang perlu dikenali, kapan harus ke IGD, dan apa yang bisa dilakukan di rumah.

Ringkasan 60 detik

  1. Demam berdarah disebabkan virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk Aedes.
  2. Perjalanan penyakit terdiri atas fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.
  3. Fase kritis biasanya terjadi sekitar saat demam turun, umumnya hari ke-3 sampai ke-7, dan berlangsung 24–48 jam.
  4. Tanda bahaya: nyeri perut hebat, muntah terus, perdarahan, lemas atau gelisah, tangan kaki dingin, dan tidak buang air kecil 4–6 jam.
  5. Untuk demam, gunakan parasetamol sesuai aturan pakai. Hindari ibuprofen dan aspirin.
  6. Pencegahan utama adalah 3M Plus. Vaksin dengue juga sudah tersedia untuk kelompok usia tertentu.

1. Apa itu demam berdarah dengue?

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari, terutama pagi dan sore, dan berkembang biak di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, vas bunga, dan barang bekas.

Ada empat jenis (serotipe) virus dengue. Seseorang bisa terinfeksi lebih dari sekali, dan infeksi kedua dengan serotipe yang berbeda berisiko menjadi lebih berat.

2. Tiga fase perjalanan penyakit

FaseWaktuYang terjadi
Fase demamDemam berlangsung 2–7 hariDemam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, kadang ruam kulit.
Fase kritisSekitar saat demam turun, umumnya hari ke-3 sampai ke-7, berlangsung 24–48 jamPembuluh darah dapat "bocor" sehingga cairan darah keluar ke jaringan. Bila tidak ditangani, dapat terjadi syok.
Fase pemulihanSetelah fase kritisCairan kembali ke pembuluh darah, nafsu makan membaik, kadang muncul ruam gatal.

Sebagian besar penderita melewati fase kritis tanpa masalah. Namun pada sebagian orang, kebocoran plasma bisa memburuk dalam hitungan jam. Karena itu, pemantauan paling ketat dilakukan justru saat demam turun.

3. Tanda bahaya yang harus dikenali

Tanda-tanda berikut menunjukkan risiko berkembang menjadi dengue berat:

  • Nyeri perut hebat atau perut terasa nyeri bila ditekan
  • Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum
  • Perdarahan: gusi atau hidung berdarah, muntah darah, buang air besar hitam, atau haid jauh lebih banyak dari biasanya
  • Sangat lemas, gelisah, mengantuk terus, atau bingung
  • Sesak napas atau perut tampak membesar
  • Tangan dan kaki dingin serta lembap, kulit pucat atau berbercak
  • Tidak buang air kecil selama 4–6 jam

Dari hasil laboratorium, dokter akan waspada bila hematokrit naik bersamaan dengan trombosit yang turun cepat. Itulah sebabnya pemeriksaan darah sering diulang setiap hari.

4. Kapan harus ke IGD?

Segera ke IGD bila muncul satu saja tanda bahaya di atas, terutama di hari ke-3 sampai ke-7 sakit. Jangan menunggu trombosit turun atau demam naik lagi.

Periksakan diri lebih awal ke dokter bila demam disertai kondisi berikut, karena risiko komplikasinya lebih tinggi:

  • Hamil, lansia, atau bayi
  • Obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau penyakit ginjal
  • Tinggal sendiri atau jauh dari fasilitas kesehatan

5. Perawatan di rumah

Bila dokter menilai Anda boleh dirawat di rumah, lakukan hal berikut:

  • Minum cukup. Jangan hanya air putih. Selingi dengan oralit, jus buah, sup, atau susu. Perhatikan apakah buang air kecil tetap lancar.
  • Turunkan demam dengan parasetamol sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter, ditambah kompres hangat.
  • Hindari ibuprofen, aspirin, dan obat antiinflamasi lain karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Istirahat dan hindari aktivitas berat.
  • Kontrol dan periksa darah sesuai jadwal dari dokter, walaupun merasa membaik.
  • Pakai kelambu atau obat antinyamuk saat sakit agar nyamuk tidak menularkan virus ke anggota keluarga lain.

6. Seputar trombosit

Banyak orang hanya fokus pada angka trombosit. Trombosit yang rendah memang ciri khas DBD, tetapi bahaya utama pada fase kritis adalah kebocoran plasma yang menyebabkan syok. Pemantauan cairan, tanda vital, dan hematokrit sama pentingnya.

  • Trombosit biasanya naik kembali dengan sendirinya pada fase pemulihan.
  • Transfusi trombosit hanya diberikan pada kondisi tertentu, misalnya perdarahan berat, sesuai penilaian dokter.
  • Jus jambu biji boleh diminum sebagai bagian dari asupan cairan, tetapi belum ada bukti kuat bahwa jus ini mencegah DBD menjadi berat. Jangan menjadikannya alasan menunda ke dokter.

7. Pencegahan: 3M Plus dan vaksin

3M Plus

  • Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan ember secara rutin, setidaknya seminggu sekali.
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Plus: memakai obat antinyamuk, tidur dengan kelambu, menaburkan larvasida pada tempat air yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, tidak menggantung pakaian bekas pakai, dan memasang kawat kasa.

Vaksin dengue

Vaksin dengue sudah tersedia di Indonesia untuk kelompok usia tertentu. Tanyakan kepada dokter apakah Anda atau anggota keluarga dapat menerimanya. Vaksin melengkapi, bukan menggantikan, upaya 3M Plus.

8. Tanya jawab

Bisakah terkena DBD lebih dari sekali?

Bisa. Ada empat serotipe virus dengue, dan infeksi kedua dengan serotipe yang berbeda dapat lebih berat.

Apakah DBD menular langsung dari orang ke orang?

Tidak melalui sentuhan atau udara. Penularan terjadi lewat gigitan nyamuk yang sebelumnya menggigit orang yang sedang terinfeksi.

Demam sudah turun dan badan terasa segar. Bolehkah kembali bekerja?

Tunggu sampai fase kritis terlewati dan dokter menyatakan aman. Kondisi bisa berubah cepat dalam 24–48 jam setelah demam turun.

Apakah perlu dirawat inap?

Tidak semua penderita perlu dirawat. Dokter menentukannya berdasarkan tanda bahaya, hasil laboratorium, kemampuan minum, dan kondisi lain. Ikuti jadwal kontrol yang diberikan.

Penutup

Kunci menghadapi demam berdarah adalah mengenali fase kritis dan tanda bahayanya. Minum yang cukup, hindari obat antiinflamasi, pantau keluhan dengan cermat saat demam turun, dan segera ke IGD bila muncul tanda bahaya. Di rumah, lindungi keluarga dengan 3M Plus.

Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau nasihat dokter.

Referensi

  • World Health Organization. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. New edition. Geneva: WHO; 2009.
  • Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Features of Dengue. cdc.gov
  • Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2017.
  • Kementerian Kesehatan RI. Waspada Penyakit di Musim Hujan. kemkes.go.id

Kategori: Tropik-Infeksi